Selasa, 28 April 2009

Terumbu Karang



Istilah terumbu karang tersusun atas dua kata, yaitu terumbu dan karang, yang apabila berdiri sendiri akan memiliki makna yang jauh berbeda bila kedua kata tersebut digabungkan. Istilah terumbu karang sendiri sangat jauh berbeda dengan karang terumbu, karena yang satu mengindikasikan suatu ekosistem dan kata lainnya merujuk pada suatu komunitas bentik atau yang hidup di dasar substrat. Berikut ini adalah definisi singkat dari terumbu, karang, karang terumbu, dan terumbu karang

Terumbu karang =

Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis­jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta bi

ota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton


Tipe-tipe terumbu karang

Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang yang sampai sekarang masih secar

a luas dipergunakan. Ketiga tipe tersebut adalah (gambar 2):

1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)

Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke ar

ah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken (Sulawesi), P. P

anaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)

Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.5­2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Great Barrier Reef (Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah).

3. Terumbu karang cincin (atolls)

Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau­pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua)

Gambar 2. Tipe-tipe terumbu karang, yaitu terumbu karang tepi (kiri), teru

mbu karang penghalang (tengah), dan terumbu karang cincin (kanan).

Namun demikian, tidak semua terumbu karang yang ada di Indonesia bisa digolongkan ke dalam salah satu dari ketiga tipe di atas. Dengan demikian, ada satu tipe terumbu karang lagi yaitu:

4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)

Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu (Aceh)

Distribusi terumbu karang

Ekosistem terumbu karang dunia diperkirakan meliputi luas 600.000 km2, dengan batas sebaran di sekitar perairan dangkal laut tropis, antara 30 °LU dan 30 °LS. Terumbu karang dapat ditemukan di 109 negara di seluruh dunia, namun diduga sebagian besar dari ekosistem ini telah mengalami kerusakan

atau dirusak oleh kegiatan manusia setidaknya terjadi di 93 negara.


Berdasarkan distribusi geografinya maka 60% dari terumbu dunia ditemukan di Samudera Hindia dan Laut Merah, 25% berada di Samudera Pasifik dan sisanya 15% terdapat di Karibia.

Minggu, 12 April 2009

SDA di Indonesia Yang Berpengaruh Kepada Kehidupan Masyarakat Indonesia Secara Umum

Manusia sebagai makhluk hidup, pasti mempunyai kebutuhan untuk selalu bertahan hidup. Kebutuhan ini membuat manusia, mengambil sumber-sumber daya yang berada di alam bebas. Hal ini telah menjadi naluri manusia untuk bertahan hidup. Tetapi apa yang terjadi jika manusia menggunakan terlalu banyak sumber daya alam, dan sumber daya alam yang digunakan tidak pernah direboisasi atau dilestarikan?

 

 

Hal ini terjadi di Indonesia. Para oknum dengan seenaknya mengambil keuntungan sendiri, untuk memenuhi kebutuhan mereka. Memang tidak semua orang seperti ini, tetapi mayoritas masyarakat melakukan hal seperti ini. Mari kita lihat contoh-contoh yang ada. Dalam empat dekake usai kegiatan ekstraktif semenjak dikeluarkannya undang-undang pertambangan nomor 11 tahun 1967, Indonesia tidak beranjak maju. Bahkan rakyat berada di bawah garis kemiskinan. Dan yang paling menderita adalah para masyarakat Indonesia yang berada di strata bawah. Yaitu masyarakat petani, nelayan, dan lainnya, Yang tidak mendapat keuntungan dari hasil pertambangan tersebut, sementara para petinggi BUMN (yang mungkin korupsi) mendapat keuntungan besar. Kegagalan pemerintah dapat terlihat dalam pengelolaan sumber daya yang tidak maksimal oleh pemerintah. Hal ini dapat terlihat dari kerusakan lingkungan beserta semakin banyaknya bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Dan hal ini membuat tanah Indonesia,menjadi tanah yang mengalami krisis SDA. Karena itu Indonesia seperti kekurangan sumber daya alam, padahal dahulu Indonesia tidak seperti ini.

 

Secara Astronomis dan Geologis Indonesia seharusnya memiliki banyak SDA, ditambah lagi wilayah lautan yang memiliki banyak sumber daya alam, termasuk tambang minyak bumi.

secara Astronomis wilayah Indonesia, terletak di daerah tropik dengan curah hujan tinggi dan menyebabkan aneka ragam jenis tumbuhan dapat tumbuh subur. Oleh karena itu Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan.

Secara Geologis, Indonesia dilalui pertemuan dua lempeng tektonik dan pegunungan muda, oleh sebab itu Indonesia memiliki banyak macam sumber daya alam. Indonesia diuntungkan karena sumber daya alam dikuasai oleh pemerintah, dan masih dapat dikontrol, sementara di Russia pada jaman dahulu kala dikuasai oleh Tsar ( swasta) dan SDA Russia tidak dikontrol oleh pemerintah.

Wilayah lautan di Indonesia mengandung berbagai macam sumber daya nabati, hewani dan mineral antara lain ikan laut,rumput laut, mutiara serta tambang minyak, tetapi mengapa Indonesia menjadi terpuruk seperti ini. Negara lain yang tidak memiliki SDA seperti Singapura lebih maju daripada negara kita. Indonesia diuntungkan karena lokasi dan cuaca, seharusnya negara kita makmur, kaya raya bahkan mungkin dapat melebihi Negara-negara maju seperti Inggris, Jepang, dan lain-lain. Tetapi masyarakat Indonesia tidak tahu bagaimana mengontrol sumber daya alam yang melimpah. Para menteri pernah dengan bangga mengatakan bahwa bangsa kita akan mengekspor pangan, seakan-akan mereka tidak menyadari krisis pangan yang terjadi di dalam negaranya sendiri.

 

 

Pemanfaatan sumber daya alam, di Indonesia sepertinya dilakukan dengan baik. Tenaga ahli memanfaatkan sumber daya alam dengan tekonologi yang canggih. Tenaga ahli yang bermutu akan menghasilkan bibit yang bermutu dan manghasilkan tanaman yang berkualitas dan menghasilkan industri yang berkualitas. Teknologi yang digunakan oleh bangsa Indonesia masih kurang canggih tetapi Indonesia masih dapat menghasilkan sumber daya alam yang memuaskan dan dapat digunakan untuk kelangsungan hidup.

 

 

Ketidaksadaran diri dalam manusia memang merupakan hal alamiah. Masyarakat Indonesia seakan-akan menutup mata bahwa pemberi kehidupan kita berasal dari SDA yang ada di alam. Dan pencemaran pun dilakukan, atas nama mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Pencemaran di Indonesia ada beberapa macam :

 

1. Pencemaran udara : hasil limbah industri, limbah pertambangan, asap rokok, asap kendaraan bermotor karena mengeluarkan karbon monoksida, karbon dioksida, belerang dioksida yang menyebabkan udara tercemar dan susah bernafas.

2. Pencemaran suara-suara dapat ditimbulkan dari bisingnya suara mobil, kereta api, pesawat udara dan jet.

3. Pencemaran air dari pembuangan sisa-sisa industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai dan laut.

4. Pencemaran tanah.

 

Sebenarnya pencemaran dapat dihindarkan asalkan para pemerintah membuka matanya akan masalah ini. Tetapi di Indonesia pencemaran sudah terjadi dan melanda hamper semua sumber daya alam, karena itu penanggulannya :

 

 

a. Dengan mengadakan penghijauan dan reboisasi, usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara.

b. Dengan membuat sengkedan pada lahan yang miring untuk mencegah erosi dan menjaga kesuburan tanah yang berbukit-bukit dan miring.

c. Pengembangan daerah aliran sungai merupakan daerah peta terhadap kerusakan dan pencemaran karena sering terjadi pengikisan lapisan tanah oleh aliran sungai.

d. Pengelolaan air limbah

- dengan pengaturan lokasi industri agar jauh dari pemukiman penduduk

- mencegah agar saluran air limbah jangan sampai bocor

- industri yang menimbulkan air limbah, diwajibkan memasang peralatan pengendali pencemaran air.

e. Penertiban pembuangan sampah dengan cara sebagai berikut :

1. dibakar

2. untuk makan ternak

3. untuk biogas

4. untuk bahan pupuk

f. Dengan mengadakan daur ulang terhadap bahan-bahan bekas dan sampah organik.

 

Karena itulah Indonesia menjadi seperti ini, Negara yang memiliki SDA yang melimpah, tetapi tidak dapat digunakan secara maksimal.